Once again, Askii kembali jatuh cinta kepada game yang satu ini.
Game Natsume yang satu ini memang terkesan boring. Askii tekankan, ‘terkesan’ itu beda dengan ‘benar-benar’ ya. Bagi Askii sih, game yang satu ini malah sangatlah menarik. Askii bisa belajar banyak dari game yang satu ini.
Satu, Askii belajar bagaimana cara bersabar. Bersabar dalam mengumpulkan uang, bersabat mengurus tanaman dan binatang, bersabar dalam mendekati warga-warga kota, bersabar menanti event-event yang menarik, dan bersabar pada banyak hal.
Dua, Askii belajar bagaimana cara memanfaatkan waktu dengan baik. Astaga, jalan dari rumah ke supermarket aja makan waktu 40 menit. Terutama ketika karakter Askii naik ke atas gunung untuk mengumpulkan barang-barang bagus yang bisa dijual atau bunga, itu kurang lebih makan waktu 4 jam (dalam game). Askii pergi dari rumah jam 06.00 dan baru balik ngejualin barang-barang itu sekitar jam 10.00 atau lebih.
Tiga, Askii belajar bagaimana cara menyayang binatang. Rupanya affection anjing ke kita bisa nambah hanya dengan dibanting-banting tiap hari xD *diinjek* Emm, maksud Askii, rupanya anjing itu akan makin sayang sama kita kalau kita perhatiin dia paling nggak sehari sekali. Kita diemin seminggu atau ditinggal diluar pas hujan saja hatinya langsung berkurang banyak.
Empat, banyak lagi deh. Tetapi susah Askii jelaskan.
Ucapan terima kasih Askii berikan kepada Akwila dan Dito yang telah memberi Askii player ePSXe untuk PS1 kepada Askii. Jadi, Askii bisa memainkan mainan masa kecil Askii ini di laptop kesayangan Askii lagi deh xD
Iya sih, dulu Askii pernah punya PS1, tapi nggak punya memory card-nya. Jadi, setiap main Harvest Moon selalu ngulang-ngulang terus dari awal, menyebabkan Askii pernah boring dari game ini.
By the way, Alhamdulillah, acara Pekan Bahasa dan Budaya SMAN 8 yang diadakan hari Rabu-Kamis (14-15 Oktober 2009) berjalan dengan lancar. Acara ini dikoordinatori oleh anggota-anggota Japan Club dengan dibantu sebagian besar panitia yang diambil dari kelas bahasa hari Sabtu. Askii ngurus bahasa Korea, walaupun Askii kelas 1 lalu ambil bahasa Mandarin.
Padahal Askii dan panitia lainnya baru selesai midtest dan masih tepar, tapi mau merelakan waktu dan energi untuk menyukseskan acara yang jadwalnya maju jaaaauuuuh banget dari rencana awal (rencana awal : sekitar pertengahan November).
TeSIS (Temu Sosial Ilmiah SMAN 8 Jakarta) tanggal 15-17 Oktober lalu juga berjalan dengan lancar, walaupun Askii agak sedikit tepar di sana setelah hampir seharian penuh mengurus pekan bahasa sehari sebelumnya.
TeSIS 2009 diadakan di Sukaraja, Rajapolah, Tasikmalaya. Askii seangkatan pergi bersama, homestay di rumah penduduk di sana.
Apa saja yang Askii alami di sana? Banyak. Mulai dari mengumpulkan materi penelitian, jalan-jalan bersama teman, tidur-tiduran di saung, foto-foto, fangirling, nyasar ke pinggiran desa sampe ke hutan bambu, olahraga pagi hampir 5 km, kaki tepar, kepanasan make koyo cabe, nginep bersama di rumah OTA (Orang Tua Asuh) salah satu teman, shopping, mabok-mabokan selama perjalanan, berjuang menahan pipis, dan masih banyak lagi.
Asyik XD Tidak sia-sia pengorbanan selama midtest walaupun hampir sebagian besar ulangan sepertinya Askii kena remed.